Rabu, 16 Februari 2011

persija pencundangi persijap

berhasil mempecundangi Persijap Jepara dengan skor 3-0 dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (29/1/2011).
Persija sebenarnya sempat kesulitan membongkar pertahanan Persijap. Kedispilinan lini belakang "Laskar Kalinyamat" membuat serangan yang dibangun Bambang Pamungkas dan kawan-kawan seringkali mentah. Meski begitu, "Macan Kemayoran" yang tampil di depan pendukungnya sendiri tidak sedikit pun mengendurkan serangan.
Usaha mereka pun akhirnya berbuah manis. Persija berhasil unggul lewat gol yang diciptakan gelandang Oliver Makor pada menit ke-25. Gol tersebut langsung disambut gegap-gempita oleh The Jakmania.
Tim tuan rumah nyaris menambah keunggulan hanya berselang dua menit. Sayangnya tembakan Makor masih melebar. Kegagalan itu bukan berarti menyurutkan semangat juang tim asuhan Rahmad Darmawan.
Peluang emas kembali didapatkan Persija pada lima menit sebelum turun minum. Berhadapan satu lawan satu dengan kiper M Yasir, Bambang langsung melepaskan tendangan keras. Sial bagi Persija, tembakan Bambang masih bisa diblok M Yasir. Kegagalan itu, mau tak mau memaksa Persija menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Selepas turun minum, pelatih Persijap Suimin Diharja berusaha memperkokoh barisan pertahanaN anak asuhnya. Mantan pelatih Persitara itu menarik penyerangnya Nor Hadi dan menggantikanya dengan Barkah C. Strategi tersebut cukup jitu meredam serangan yang dilancarkan Bambang Pamungkas dan kawan-kawan meskipun masih tampil dominasi permainan.
Benar saja, "Macan Kemayoran" baru mampu menambah keunggulan setelah memaksimalkan bola mati. Adalah M Nasuha yang sukses memaksa M Yasir memungut bola di sarang sendiri pada menit ke-72. Gol tercipta setelah mantan pemain Sriwijaya tersebut berhasil menanduk bola dengan memaksimalkan umpan sepak pojok Oktavianus dari sektor kiri pertahanan Persijap.
Tertinggal dua gol, membuat Persijap semakin tertekan. Apalagi, kiper M Yasir mengalami cedera sehingga harus dipaksa diganti oleh Danang Wihadmoko pada menit ke-75. Sebaliknya, Persija semakin percaya diri membombardir pertahanan lawan. Pada menit ke-77, sempat terjadi kemelut di kotak penalti Persijap.
Sayang, M Nasuha gagal memaksimalkannya setelah tembakannya melayang tinggi di atas mistar gawang Danang. Setelah itu, Persija masih tampil ngotot. Bahkan, tim tuan rumah nyaris kembali merobek gawang lawan. Kali ini melalui tembakan keras Oktavianus yang dilepaskan dari luar kotak penalti pada sepuluh menit sebelum laga usai. Sial, tembakannya masih membentur mistar.
Namun, gawang Persijap benar-bener bergetar jelang laga usai. Agu Casmir berhasil merobek gawang Persijap setelah memanfaatkan umpan lambung Leo Saputra. Gol Casmir akhirnya memateraikan kemenangan "Macan Kemayoran" 3-0.
Ironisnya, kemenangan Persija disambut kericuhan yang dilakukan oleh The Jak. Entah kenapa, Tha Jak yang berada di sektor 5,6, dan 7 saling lempar botol. Para pendukung lain, langsung merespon kejadian itu dengan berteriak "Kampungan..Kampungan". Pihak keamanan pun langsung bergerak cepat menangani situasi.

sedih the jack harus kehilangan lebak bulus

Stadion tersebut tidak lama lagi akan dirubuhkan dan berganti wajah menjadi depo pusat MRT (Mass Rapid Transportation). Tentu banyak kalangan yang akan merindukan stadion itu kembali, terutama mereka yang memiliki ikatan bathin dengan lapangan rumput itu. Seperti yang dialami dua Jakmania Indah dan Ilham.

Indah dan Ilham, mengaku punya banyak kenangan ketika Persija Jakarta masih menggunakan stadion tersebut sebagai homebase saat menjamu klub-klub ISL lainnya. Selain karena banyak kenangan manis saat menikmati tim pujaannya berlaga, stadion itu juga amat berkesan karena di sanalah Indah dan Ilham untuk pertama kalinya beradu pandang hingga keduanya saling jatuh cinta.

Di stadion itulah, di sela-sela berteriak kegirangan karena gawang lawan dibobol Persija atau di saat istirahat turun minum, mereka menjalin cinta. Kini Indah dan Ilham sudah menjadi pasangan suami istri.

"Sekitar tahun 2005, waktu itu Persija melawan Persema Malang. Itu pertama kali nonton di Lebak Bulus. Aku sama Ilham waktu itu masih temenan, belum pacaran. Setelah itu aku langsung ketagihan nonton Persija di Lebak Bulus," ujar Indah, The Jak Angel (sebutan wanita pendukung Persija) asal Depok, saat berbincang-bincang dengan INILAH.COM, Jumat (11/2/2011).

Ilham pun demikian, selain mengalami masa-masa menyenangkan bersama Indah, ia pun memiliki kenangan manis dengan stadion itu. "Wah banyak kenangan gue sama Indah di situlah pertama kali dia gue kenalan dengan dunia supporter," kenang Ilham.

Dia pun menceritakan, mulai dari situ Indah menjadi senang menyaksikan pertandingan hingga kini dia menasbihkan dirinya sebagai pendukung fanatik Persija. Bagi Ilham pun, stadion itu tidak ubahnya tempat sakral. "Banyak kenangan. Waktu gue pertama masuk stadion, merinding melihatnya."

Stadion Lebak Bulus bakal tinggal kenangan. Namun bukan berarti Ilham dan Indah tak akan menginjakkan kaki mereka lagi di sana. Paling tidak, mereka ke sana untuk menumpang busway. [tjs]