Kamis, 20 Desember 2012

Jadwal lengkap Persija, di kompetisi ISL 2012/2013

 Gelaran Indonesia Super League musim 2012/2013 tinggal menghitung minggu, 5 Januari 2013  akan menjadi kick off yang menandakan resmi dibukanya kompetisi yang tahun ini sudah memasuki tahun kelima penyelenggaraanya.

Pertandingan antara juara bertahan Sriwijaya FC vs Persiba Balikapapan, akan menjadi pertandingan pertama dan di tempat lain juga digelar pertandingan Pelita Jaya vs Barito Putra team yang baru promosi musim ini.

Sementara itu Persija baru akan memulai laga perdana nya menghadapi team asal Kalimantan, Persisam Samarinda pada tanggal 6 Januari 2013 dan bertindak sebagai tuan rumah. (Zani-JO)

Berikut jadwal lengkap Persija, selama gelaran ISL 2012/2013 :




Jadwal Putaran Pertama:
Tanggal PertandinganPertandinganVenue PertandinganKick OffLiveSkor Akhir
Minggu, 6 Januari 2013Persija vs PersisamStad. Utama GBK, Jakarta   
Sabtu, 12 Januari 2013Persija vs Mitra KukarStad. Utama GBK, Jakarta   
Minggu, 27 Januari 2013Persija vs PSPSStad. Utama GBK, Jakarta   
Sabtu, 2 Februari 2013Sriwijaya FC vs PersijaGelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang   
Selasa, 5 Februari 2013Pelita vs PersijaStadion Siliwangi, Bandung   
Selasa, 12 Februari 2013Persija vs Gresik UnitedStad. Utama GBK, Jakarta   
Sabtu, 16 Februari 2013Persija vs AremaStad. Utama GBK, Jakarta   
Selasa, 26 Februari 2013Persita vs PersijaStadion Mashud, Kuningan   
Minggu, 3 Maret 2013Persib vs PersijaStadion Siliwangi, Bandung   
Minggu, 10 Maret 2013Persija vs PerselaStad. Utama GBK, Jakarta   
Kamis, 14 Maret 2013Persija vs PersepamStad. Utama GBK, Jakarta   
Kamis, 21 Maret 2013Persiwa vs PersijaStadion Pendidikan, Wamena   
Minggu, 24 Maret 2013Persipura vs PersijaStadion Mandala, Jayapura   
Sabtu, 30 Maret 2013Persija vs PersiramStad. Utama GBK, Jakarta   
Sabtu, 6 April 2013Persija vs PersidafonStad. Utama GBK, Jakarta   
Rabu, 17 April 2013Barito Putera vs PersijaStadion Indrasari, Martapura   
Minggu, 21 April 2013Persiba vs PersijaStadion Persiba, Balikpapan   

Jadwal Putaran Kedua:
Tanggal PertandinganPertandinganVenue PertandinganKick OffLiveSkor Akhir
Sabtu, 4 Mei 2013Persija vs PersibaStad. Utama GBK, Jakarta   
Rabu, 8 Mei 2013Persija vs Barito PuteraStad. Utama GBK, Jakarta   
Rabu, 15 Mei 2013Persiram vs PersijaStadion Wombik, Sorong   
Minggu, 19 Mei 2013Persidafon vs PersijaStadion Barnabas Youwe, Dafonsoro   
Sabtu, 25 Mei 2013Persija vs PersiwaStad. Utama GBK, Jakarta   
Sabtu, 1 Juni 2013Persija vs PersipuraStad. Utama GBK, Jakarta   
Rabu, 5 Juni 2013Persepam vs PersijaGelora Bangkalan, Madura   
Minggu, 9 Juni 2013Persela vs PersijaStadion Surajaya, Lamongan   
Sabtu, 15 Juni 2013Persija vs PersibStad. Utama GBK, Jakarta   
Rabu, 19 Juni 2013Persija vs PersitaStad. Utama GBK, Jakarta   
Minggu, 23 Juni 2013Arema vs PersijaStadion Kanjuruhan, Malang   
Kamis, 27 Juni 2013Gresik United vs PersijaStadion Petrokimia, Gresik   
Minggu, 21 Juli 2013Persija vs Pelita Stad. Utama GBK, Jakarta   
Minggu, 28 Juli 2013Persija vs Sriwijaya FCStad. Utama GBK, Jakarta   
Senin, 26 Agustus 2013PSPS vs PersijaKuantan Singigi Sport Centre, Riau   
Selasa, 3 September 2013Persisam vs PersijaStadion Segiri, Samarinda   
Sabtu, 7 September 2013Mitra Kukar vs PersijaStadion Aji Imbut, Tenggarong

Menang Telak, Persija Gagal Tembus Semifinal


JakOnline-Pertandingan terakhir di fase penyisihan grup A Inter Island Cup 2012 mempertemukan PSPS Pekanbaru melawan Persija Jakarta, Selasa 11/12 di stadion Jakabaring Palembang. Bermain tanpa Fabiano yang pada pertandingan sebelumnya terkena hukuman kartu merah, Coach Iwan Setiawan menurunkan Andritany, Mukmin, Nanak, Firmansyah, Amarzukih, Ferry Komul, Johan Juansyah., Rudi Setiawan., Abduh Lestaluhu, Anindito, dan Rahmat. Affandi sebagai starting line up.
Persija sukses mencukur habis PSPS Pekanbaru dengan skor telak 0-4 tanpa balas. Gol diciptakan oleh Johan Juansyah di menit ke-30, Rahmat Afandi (2 gol) masing-masing dicetak di menit ke-47 dan di menit ke-76, dan Abduh Lestaluhu di menit ke-54.
Persija yang sudah dipastikan tidak bisa menjadi juara Grup A, bermain lebih menjanjikan dibandingkan dua laga sebelumnya. Coach Iwan Setiawan yang tidak memainkan Pedro Javier di pertandingan tersebut karena sakit demam, dan Fabiano yang akumulasi kartu bermain tanpa beban karena Persija sudah tidak punya target untuk lolos ke semifinal. 
Sebaliknya, PSPS Pekanbaru yang dihuni oleh pemain-pemain berpengalaman, harus meraih poin penuh untuk lolos sambil menanti hasil pertandingan antara Sriwijaya FC vs Persita Tangerang.
Meski menang telak, Persija dipastikan tidak mampu lolos ke semifinal karena sebelum pertandingan kontra PSPS dimulai, Persija berada di posisi juru kunci grup A dan baru mengumpulkan satu angka dari dua laga awal. Kemenangan telak Persija mengubur mimpi PSPS untuk lolos ke semifinal Inter Island Cup 2012.

Minggu, 18 September 2011

1000 Polisi Razia Bobotoh & Jack Mania

the jack mania-Sedikitnya 1000 anggota polisi Polres Bandung siap diterjunkan untuk mengamankan jalannya lanjutan Liga Djarum antara Persib Maung Bandung versus Persija Jakarta, Sabtu (9/1) malam.
Petugas mengaku siap menyisir suporter dari kedua belah pihak supaya tidak masuk ke Stadion Si Jalak Harupan Soreang, Kabupaten Bandung.
“Kami tetap akan konsisten mengamankan jalannya pertandingan itu. Suporter dari kedua belah pihak akan dijaga ketat supaya tak lolos masuk ke stadion. Kalau tetap membandel kami siap mengusir mereka,” kata Kapolres Bandung, AKBP Imranm Yunus, Jumat.
Kapolres menegaskan, sehubungan ketatnya pengaman saat mau masuk maupun di dalam stadion, siapapun akan terkena razia ketika
mereka berhasil menyerobot masuk lapangan.
Oleh karena itu, daripada nantinya berurusan dengan polisi lebih baik bobotoh maupun Jack Mania nonton bareng saja menggunakan layar lebar. “Kami bersyukur ada laporan dari bobotoh sudah siap membuka layar lebar di kota Bandung untuk nonton bareng (nobar),” ujarnya.
Di sisi lain Kapolres menyebutkan, dalam pengamanan lanjutan liga petugas kini sudah bekerja di lapangan. Langkah yang sudah
dilakukan diantaranya kini menjaga hotel yang dijadikan tempat menginap para pemain Persija. Pihak polisi kini mjerahasiakan hotel
yang dijadikan tempat beristirahat pemain Persija.
“Hotel apa dan dimana tetap menjadi rahasia dan siapapun tak boleh tahu. Ini semua dilakukan demi keselamatan para pemain khawatir ada yang sabotase,” tegasnya.

Senin, 12 September 2011

the jack mania tawuran di surdirman

Aksi tawuran antar suporter Jak Mania terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Selatan, Jumat (19/2). Berdasarkan informasi dari Traffic Managemen Center (TMC) Polda Metro Jaya, dalam tawuran ini sejumlah suporter terlihat menggunakan benda tumpul dan melakukan aksi saling lemparan batu. Akibat tawuran ini, bus PPD P8 B 7182 BE mengalami kerusakan cukup parah dan sopirnya juga mengalami luka serius karena terkena lemparan batu pada bagian kepala. "Dua suporter Jak Mania mengalami luka-luka dan sopir bus luka-luka akibat terkena lemparan batu” ujar Kasyanto. Hingga kini petugas Samapta berserta Petugas lalu lintas, masih melakukan pengamanan di lokasi tawuran yang berlangsung di Jalan Sudirman. Akibat peristiwa ini kepadatan arus lalu lintas terjadi di kedua arah Jalan Jenderal Sudirman

SEJARAH "THE JACK MANIA

The Jakmania berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Menteng. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan kumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan. Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut. Ide ini muncul dari Diza Rasyid Ali, manajer Persija waktu itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, memang Bang Yos (sapaan akrabnya)sangat menyukai sepakbola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali sepakbola Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung atau suporter. Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat. Gugun Gondrong merupakan sosok paling ideal disaat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain. Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania. Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief. Ia lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.Lelaki tinggi, tampan dan sarjana lulusan ITI Serpong inilah yang memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Dibawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya, The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung. Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga pada Pra Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah (Korwil). Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 30.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Sdr. Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang

Alangkah Indahnya Jika Supporter Indonesia Bersatu

Sudah banyak kerugian yang ditimbulkan akibat dari perkelahian antar supporter., dari korban luka-luka parah maupun ringan bahkan sampai merenggut nyawa seseorang. Korban yang tidak bersalah pun menjadi banyak, seperti masyarakat yang terkena sambitan, timpukan yang berada di sekitar tempat terjadinya perkelahian antar supporter, padahal masyarakat itu tida tahu apa-apa tentang perkelahian itu tetapi malah jadi korban. Karena hanya masalah saling ejek-ejekan saja harus menimbulkan korban. Padahal perkelahian itu tidak ada untungya, yang menang ditangkap polisi kalau tidak masuk rumah sakit, yang kalah masuk rumah sakit juga dan masuk ke dalam kuburan untuk selamanya. “Mau sampai kapan masalah ini terus terjadi ? Mau sampai kapan korban harus berjatuhan ? Kita ini kan satu negara satu bangsa satu nusa satu saudara yaitu INDONESIA.

Semboyan negara kita adalah “BHINEKKA TUNGGAL IKA”, yang artinya walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu. Harusnya semua supporter di Indonesia memakai semboyan ini, walaupun berbeda tim kebanggaan, berbeda warna, berbeda dukungan dan nyanyian, kita itu tetap satu yaitu INDONESIA. Boleh lah kita bermusuhan di dalam stadion ketika pertandingan berlaga, kita perang nyanyian untuk mendukung tim pujaan kita TANPA HARUS ADA KATA-KATA RASIS yang menimbulkan perkelahian, kita perang atraksi, dan lain sebagainya yang bersifat positif, tetapi ketika pertandingan selesai kita kembali lagi menjadi satu tali persaudaraan, hanya 2 x 45 menit saja kita saling bermusuhan.

Setiap tim pujaan kita bertandang ke kandang lawan, kita pun ikut bertandang ke kandang lawan karena kita adalah supporter, dimana tim kita berada disitu juga kita berada. Namun ketika dalam perjalanan, sering kali kita mendapatkan teror dari supporter lain, mendapatkan sambitan dan timpukan karena hanya keegoisan yang ada di dalam diri. Misalnya supporter A datang ke kota B, namun supporter C telah menunggu supporter A di perjalanan dan langsung memberikan teror, dan kejadian itu terus terulang ketika kelompok supporter melakukan tur tandang. Padahal kita kalau saling sambut menyambut dengan rasa persaudaraan , rasa kekeluargaan, kita pun merasa enak melakukan tur tandang untuk mendukung tim kesayangan kita, seolah-olah kandang tim lain menjadi kandang kita juga karena adanya rasa persaudaraan.

Namun rasa keegoisan yang ada, kefanatikan tim yang terlalu berlebihan sehingga menjurus ke arah yang negatif menimbulkan perkelahian dan ketidaknyamanan masyarakat yang melihatnya. Masyarakat sudah menggangap supporter itu terkenal dengan rusuh. “Apakah kita mau dicap jelek terus dimata masyarakat ?”, kalau jawaban dari seorang supporter bukan perusuh tentu tidak mau, karena mereka tidak melakukan kerusuhan itu. Karena hanya sekelompok orang yang perusuh yang lain menjadi terkena imbasnya dari kelompok perusuh itu, nama supporter itu menjadi jelek dimata masyarakat, padahal tidak semua supporter melakukan itu tetapi kita semua menjadi korban tidak bersalah.

“SAMPAI KAPAN SEMUA INI HARUS TERJADI ??? SAMPAI KAPAN HARUS KORBAN JATUH KARENA KEEGOISAN”. Sudah saatnya kita semua meninggalkan keegoisan dan kefanatikan tim yang mengarah negatif yang membuat masyarakat takut bila sekelompok supporter sedang berkumpul, karena masyarakat sudah mengganggap supporter adalah perusuh. Supaya tidak ada lagi korban berjatuhan. Kita hanya bermusuhan 2 x 45 menit ketika pertandingan berlaga, bermusuhan perang atraksi dan nyanyian. Ketika supporter lain datang ke kandang kita, kita harus menyambut dengan rasa persudaraan, dan langsung mengucapkan “SELAMAT DATANG, SELAMAT DATANG YUK BERGEMBIRA BERSAMA KAMI THE JAKMANIA". Indahnya jika satu stadion kita duduk bersama saling beratraksi mendukung tim pujaan masing-masing, tidak ada lagi tawuran dan perkelahian antar supporter, masyarakat juga menggangap supporter sebagai kelompok yang ramah, sopan dan santun.

“SATU NUSA SATU BANGSA SATU BAHASA KITA, TANAH AIR PASTI JAYA UNTUK SELAMA-LAMANYA, INDONESIA PUSAKA INDONESIA TERCINTA, NUSA BANGSA DAN BAHASA KITA BELA BERSAMA”. Dan seharusnya lagu ini menjadi alat untuk pemersatu seluruh supporter di indonesia.

DAMAILAH SUPPORTER INDONESIA

Jumat, 09 September 2011

memakai kaos persib, di keroyok the jack mania

Pendukung kesebelasan Persija atau biasa disebut The Jak Mania mengamuk di depan gerbang Tol Cikampek, Purwakarta, Jawa Barat, Ahad (16/5). Akibatnya, dua angkutan kota jurusan Cikampek-Purwakarta rusak parah. Tiga warga yang ada di dalam angkot pun luka berat.

Menurut saksi, tiba-tiba ratusan The Jak turun dari bus yang mengangkut mereka serta mengejar angkot yang membawa penumpang dengan kaos Persib. Penumpang angkot yang diduga pendukung Persib luka parah dikeroyok. Tidak hanya itu, The Jak merusak pagar masuk gerbang Tol Cikampek.

Aksi anarkis berlanjut dengan melempari mobil angkot dengan batu. The Jak kemudian melampiskan emosi dengan membakar kaos bergambar Persib Bandung. Polisi masih terus berjaga-jaga di depan gerbang Tol Cikampek-Cikopo. Polisi juga memeriksa saksi terkait kejadian tersebut.

Din Syamsuddin, korban pengeroyokan mengatakan ia sampai ditarik keluar oleh suporter Persija dari dalam angkot. Akibat dikeroyok, wajahnya bengkak dari telinganya juga terus keluar darah. Syamsudin juga kehilangan dompet dan handphone. Kini ia dirawat di RS Efarina Etaham