Minggu, 18 September 2011

1000 Polisi Razia Bobotoh & Jack Mania

the jack mania-Sedikitnya 1000 anggota polisi Polres Bandung siap diterjunkan untuk mengamankan jalannya lanjutan Liga Djarum antara Persib Maung Bandung versus Persija Jakarta, Sabtu (9/1) malam.
Petugas mengaku siap menyisir suporter dari kedua belah pihak supaya tidak masuk ke Stadion Si Jalak Harupan Soreang, Kabupaten Bandung.
“Kami tetap akan konsisten mengamankan jalannya pertandingan itu. Suporter dari kedua belah pihak akan dijaga ketat supaya tak lolos masuk ke stadion. Kalau tetap membandel kami siap mengusir mereka,” kata Kapolres Bandung, AKBP Imranm Yunus, Jumat.
Kapolres menegaskan, sehubungan ketatnya pengaman saat mau masuk maupun di dalam stadion, siapapun akan terkena razia ketika
mereka berhasil menyerobot masuk lapangan.
Oleh karena itu, daripada nantinya berurusan dengan polisi lebih baik bobotoh maupun Jack Mania nonton bareng saja menggunakan layar lebar. “Kami bersyukur ada laporan dari bobotoh sudah siap membuka layar lebar di kota Bandung untuk nonton bareng (nobar),” ujarnya.
Di sisi lain Kapolres menyebutkan, dalam pengamanan lanjutan liga petugas kini sudah bekerja di lapangan. Langkah yang sudah
dilakukan diantaranya kini menjaga hotel yang dijadikan tempat menginap para pemain Persija. Pihak polisi kini mjerahasiakan hotel
yang dijadikan tempat beristirahat pemain Persija.
“Hotel apa dan dimana tetap menjadi rahasia dan siapapun tak boleh tahu. Ini semua dilakukan demi keselamatan para pemain khawatir ada yang sabotase,” tegasnya.

Senin, 12 September 2011

the jack mania tawuran di surdirman

Aksi tawuran antar suporter Jak Mania terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Selatan, Jumat (19/2). Berdasarkan informasi dari Traffic Managemen Center (TMC) Polda Metro Jaya, dalam tawuran ini sejumlah suporter terlihat menggunakan benda tumpul dan melakukan aksi saling lemparan batu. Akibat tawuran ini, bus PPD P8 B 7182 BE mengalami kerusakan cukup parah dan sopirnya juga mengalami luka serius karena terkena lemparan batu pada bagian kepala. "Dua suporter Jak Mania mengalami luka-luka dan sopir bus luka-luka akibat terkena lemparan batu” ujar Kasyanto. Hingga kini petugas Samapta berserta Petugas lalu lintas, masih melakukan pengamanan di lokasi tawuran yang berlangsung di Jalan Sudirman. Akibat peristiwa ini kepadatan arus lalu lintas terjadi di kedua arah Jalan Jenderal Sudirman

SEJARAH "THE JACK MANIA

The Jakmania berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Menteng. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan kumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan. Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut. Ide ini muncul dari Diza Rasyid Ali, manajer Persija waktu itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, memang Bang Yos (sapaan akrabnya)sangat menyukai sepakbola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali sepakbola Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung atau suporter. Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat. Gugun Gondrong merupakan sosok paling ideal disaat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain. Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania. Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief. Ia lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.Lelaki tinggi, tampan dan sarjana lulusan ITI Serpong inilah yang memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Dibawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya, The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung. Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga pada Pra Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah (Korwil). Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 30.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Sdr. Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang

Alangkah Indahnya Jika Supporter Indonesia Bersatu

Sudah banyak kerugian yang ditimbulkan akibat dari perkelahian antar supporter., dari korban luka-luka parah maupun ringan bahkan sampai merenggut nyawa seseorang. Korban yang tidak bersalah pun menjadi banyak, seperti masyarakat yang terkena sambitan, timpukan yang berada di sekitar tempat terjadinya perkelahian antar supporter, padahal masyarakat itu tida tahu apa-apa tentang perkelahian itu tetapi malah jadi korban. Karena hanya masalah saling ejek-ejekan saja harus menimbulkan korban. Padahal perkelahian itu tidak ada untungya, yang menang ditangkap polisi kalau tidak masuk rumah sakit, yang kalah masuk rumah sakit juga dan masuk ke dalam kuburan untuk selamanya. “Mau sampai kapan masalah ini terus terjadi ? Mau sampai kapan korban harus berjatuhan ? Kita ini kan satu negara satu bangsa satu nusa satu saudara yaitu INDONESIA.

Semboyan negara kita adalah “BHINEKKA TUNGGAL IKA”, yang artinya walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu. Harusnya semua supporter di Indonesia memakai semboyan ini, walaupun berbeda tim kebanggaan, berbeda warna, berbeda dukungan dan nyanyian, kita itu tetap satu yaitu INDONESIA. Boleh lah kita bermusuhan di dalam stadion ketika pertandingan berlaga, kita perang nyanyian untuk mendukung tim pujaan kita TANPA HARUS ADA KATA-KATA RASIS yang menimbulkan perkelahian, kita perang atraksi, dan lain sebagainya yang bersifat positif, tetapi ketika pertandingan selesai kita kembali lagi menjadi satu tali persaudaraan, hanya 2 x 45 menit saja kita saling bermusuhan.

Setiap tim pujaan kita bertandang ke kandang lawan, kita pun ikut bertandang ke kandang lawan karena kita adalah supporter, dimana tim kita berada disitu juga kita berada. Namun ketika dalam perjalanan, sering kali kita mendapatkan teror dari supporter lain, mendapatkan sambitan dan timpukan karena hanya keegoisan yang ada di dalam diri. Misalnya supporter A datang ke kota B, namun supporter C telah menunggu supporter A di perjalanan dan langsung memberikan teror, dan kejadian itu terus terulang ketika kelompok supporter melakukan tur tandang. Padahal kita kalau saling sambut menyambut dengan rasa persaudaraan , rasa kekeluargaan, kita pun merasa enak melakukan tur tandang untuk mendukung tim kesayangan kita, seolah-olah kandang tim lain menjadi kandang kita juga karena adanya rasa persaudaraan.

Namun rasa keegoisan yang ada, kefanatikan tim yang terlalu berlebihan sehingga menjurus ke arah yang negatif menimbulkan perkelahian dan ketidaknyamanan masyarakat yang melihatnya. Masyarakat sudah menggangap supporter itu terkenal dengan rusuh. “Apakah kita mau dicap jelek terus dimata masyarakat ?”, kalau jawaban dari seorang supporter bukan perusuh tentu tidak mau, karena mereka tidak melakukan kerusuhan itu. Karena hanya sekelompok orang yang perusuh yang lain menjadi terkena imbasnya dari kelompok perusuh itu, nama supporter itu menjadi jelek dimata masyarakat, padahal tidak semua supporter melakukan itu tetapi kita semua menjadi korban tidak bersalah.

“SAMPAI KAPAN SEMUA INI HARUS TERJADI ??? SAMPAI KAPAN HARUS KORBAN JATUH KARENA KEEGOISAN”. Sudah saatnya kita semua meninggalkan keegoisan dan kefanatikan tim yang mengarah negatif yang membuat masyarakat takut bila sekelompok supporter sedang berkumpul, karena masyarakat sudah mengganggap supporter adalah perusuh. Supaya tidak ada lagi korban berjatuhan. Kita hanya bermusuhan 2 x 45 menit ketika pertandingan berlaga, bermusuhan perang atraksi dan nyanyian. Ketika supporter lain datang ke kandang kita, kita harus menyambut dengan rasa persudaraan, dan langsung mengucapkan “SELAMAT DATANG, SELAMAT DATANG YUK BERGEMBIRA BERSAMA KAMI THE JAKMANIA". Indahnya jika satu stadion kita duduk bersama saling beratraksi mendukung tim pujaan masing-masing, tidak ada lagi tawuran dan perkelahian antar supporter, masyarakat juga menggangap supporter sebagai kelompok yang ramah, sopan dan santun.

“SATU NUSA SATU BANGSA SATU BAHASA KITA, TANAH AIR PASTI JAYA UNTUK SELAMA-LAMANYA, INDONESIA PUSAKA INDONESIA TERCINTA, NUSA BANGSA DAN BAHASA KITA BELA BERSAMA”. Dan seharusnya lagu ini menjadi alat untuk pemersatu seluruh supporter di indonesia.

DAMAILAH SUPPORTER INDONESIA

Jumat, 09 September 2011

memakai kaos persib, di keroyok the jack mania

Pendukung kesebelasan Persija atau biasa disebut The Jak Mania mengamuk di depan gerbang Tol Cikampek, Purwakarta, Jawa Barat, Ahad (16/5). Akibatnya, dua angkutan kota jurusan Cikampek-Purwakarta rusak parah. Tiga warga yang ada di dalam angkot pun luka berat.

Menurut saksi, tiba-tiba ratusan The Jak turun dari bus yang mengangkut mereka serta mengejar angkot yang membawa penumpang dengan kaos Persib. Penumpang angkot yang diduga pendukung Persib luka parah dikeroyok. Tidak hanya itu, The Jak merusak pagar masuk gerbang Tol Cikampek.

Aksi anarkis berlanjut dengan melempari mobil angkot dengan batu. The Jak kemudian melampiskan emosi dengan membakar kaos bergambar Persib Bandung. Polisi masih terus berjaga-jaga di depan gerbang Tol Cikampek-Cikopo. Polisi juga memeriksa saksi terkait kejadian tersebut.

Din Syamsuddin, korban pengeroyokan mengatakan ia sampai ditarik keluar oleh suporter Persija dari dalam angkot. Akibat dikeroyok, wajahnya bengkak dari telinganya juga terus keluar darah. Syamsudin juga kehilangan dompet dan handphone. Kini ia dirawat di RS Efarina Etaham

Kamis, 08 September 2011

THE JACK MANIA TOUR

Mungkin di kota inilah, sebenarnya animo Supporter Persija cukup mendapat perhatian. kenapa ? semenjak tragedi yang terjadi di Siliwangi beberapa tahun lalu, keinginan Supporter Persija untuk mendampingi Persija bermain di Bandung sering mendapatkan kendala. alhasil, Supporter Persija bisa tembus ke wilayah Bandung, walaupun saat itu hanya sebatas tour Cimahi. Namun tour itu pun bukannya tanpa rintangan dan sandungan. tetap saja provokator-provokator yang bersembunyi di baju seragam supporter Persib tetap usil pada saat itu. “jadi teringat seorang rekan Jak Angel walaupun saya tidak kenal namanya, dia sampai sesak nafas, karena di bagian dadanya, terkena lemparan batu”. dan semenjak Tragedi Siliwangi tersebut, yang membuat rekan-rekan supporter Persija dan The Jak Mania kalang kabut, karena mendapat serangan dari bobotoh Persib Bandung ber ekses kebencian yang sangat dalam terhadap Pengurus beserta anggota The Jak yang hadir pada saat itu. Akhirnya tak pelak lagi…beberapa insiden terjadi di Jakarta ketika rombongan Bobotoh maupun viking datang ke Jakarta, baik untuk mendukung tim Persib bertanding, maupun mendukung organisasinya “viking” dalam acara kuis siapa berani. akhirnya kebencian yang di dengung-dengungkan para dedengkot Viking maupun The

PERSIJA HARUS BERMAIN DI SUGBK

Duel Persija Jakarta melawan Persita Tangerang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (28/07/08) dibatalkan dengan alasan tidak keluarnya izin dari pihak Polda Metro Jaya karena kondisi keamanan.
Mudah-mudahan Persija segera diberikan izin bermain di SUGBK, karena bagaimanapun Persija adalah klub kebanggaan ibu kota, seharusnya Persija bisa bermain di SUGBK.
Maju terus Persija…..
Kita berjanji bisa menjaga keamanan sekitar stadion….
Peace….

[lagu] The Jak - Kesurupan

Persija 05. The Jak - Kesurupan.mp3

Rabu, 07 September 2011

Kasus "Internal" Persija Dikembalikan AFC ke PSS

Permasalahan “dualisme” yang masih saja dipersoalkan oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) terhadap Persija Jakarta nampaknya masih harus kembali menunggu hasil sidang Exco (Executive Committee) PSSI yang juga masih belum jelas kapan akan digelar oleh PSSI sendiri menyusul berkas kasus yang diajukan oleh PSSI ke Asian Football Confederation (AFC) ternyata dikembalikan lagi oleh pihak AFC ke PSSI untuk selanjutnya dapat diselesaikan sendiri oleh PSSI dengan klub Persija Jakarta dikarenakan hal ini dianggap merupakan permasalahan internal PSSI dengan klub lokal dan pihak AFC merasa hal ini adalah tanggung jawab PSSI sendiri untuk menyelesaikannya sebagai organisasi sepakbola yang mempunyai otoritas di Indonesia.

Rabu, 13 Juli 2011

persija dan jakarta


Kota ini selalu menjadi pusat keramaian. selayaknya ibu kota di negara lain aktivitas di kota ini tidak pernah berhenti bergeliat Mulai subuh kendaraan lalu lalang memadati semua sisi jalan tidak heran mudah dijumpai kemacetan dimana-mana. Pekerja berlomba untuk bisa sampai ditempat mereka selama ini mencari nafkah dengan menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi, selain itu juga ditemui pelajar dan mahasiswa yang berangkat ke tempat mereka menuntut ilmu.

Selain Pekerja, pelajar dan mahasiswa, pedagang yang selama ini beraktifitas di Jakarta, masih harus ditambah juga dengan mereka yang berkarya di pinggiran jalan ataupun lampu merah diperempatan jalan demi menyambung kehidupannya.

Disaat para pekerja menyelesaikan jam kantornya, pedagang tenda-tenda makanan baru saja memulai usahanya yang dimulai dari matahari tenggelam diwaktu senja, hingga selesai pada saat matahari kembali terbit di pagi hari. Semua proses yang terjadi di kota Jakarta ini berlangsung selama 1x24 jam, 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan, dan 365 hari dalam setahun.

Semuanya memiliki andil dan kesibukan masing-masing di kota ini. Tapi ada satu yang dapat melepas kesibukan mereka dan berpusat pada satu pandangan. Walaupun wujud nyatanya yang terlihat mungkin hanya berkisar 40% dari mereka yang melakukannya.

Ketika adanya penggelaran pertandingan tim ini, rasanya mudah di jumpai teman-teman berbaju oren di sepanjang ruas jalan raya jakarta, tidak bisa dipungkiri PERSIJA dan JAKMANIA juga warna lain untuk JAKARTA yang semestinya di cintai penduduknya bukan menganggap sebagai public enemy dengan berbagai alasan, terutama alasan kemacetan yang kerap memomojokan disaat ada pertandingan Persija, padahal kalo mau sedikit cerdas, kemacetan Jakarta tetap tejadi walaupun Persija sedang tidak ada pertandingan.

Tidak jarang saya temui, pekerja yang selama ini beratribut kemeja dan dasi, serta lebih banyak menghabiskan waktunya digedung berpendingin udara, dan didepan computer, ketika Persija berlaga mereka dengan bangga datang langsung ke stadion dengan atribut khas dan kebesaran warna Oren.

Pelajar, dan mahasiswa tidak mau ketinggalan aksinya dalam mendukung team Persija, usai menunaikan kewajiban menuntut ilmu, mereka berbondong bonding datang ke stadion, meninggalkan sementara seragam, alat tulis serta diktat yang selama ini menjadi pegangan mereka, menggantinya dengan jersey Persija, syal Jakmania, serta pengibaran bendera Persija mereka lakukan di stadion.

Tentunya ini sebuah gambaran yang luar biasa, tak ada pembeda'an kasta disaat sudah berbaur dalam stadion. Tak peduli anda siapa, tak peduli pekerjaan anda apa, Apa agama dan suku anda, pada saat didalam stadion, semua sama Saudara se Persija.

Kisah itu akan terus tersimpan di dalan memori kehidupan. setiap pertandingan pasti memiliki warna dan kenangan yang berbeda. Sampai akhirnya suatu saat nanti saya benar-benar melihat kota jakarta yang sepi ketika PERSIJA sedang tanding. Seperti contoh penduduk Brazil yang menghentikan segala aktivitas di negaranya ketika kala timnas Brazil tanding di Piala Dunia.

Kasta nya memang berbeda yang satu timnas yang satu tim lokal. Yang satu liga dunia yang satu liga lokal.
Tapi tidak ada yang tidak mungkin.
Mari jaga sama-sama sepakbola Indonesia khususnya PERSIJA

Sabtu, 02 April 2011

Sekitar 1.300 Polisi Amankan Laga Persib-Persija

Sebanyak 1.300 personel Polri dibantu TNI akan mengamankan big match Persib melawan Persija di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (18/3).
"Pengerahan personil laga Persib-Persija ini terbesar sepanjang pengamanan di Stadion Jalak Harupat. Selain dari Polres Bandung, pengamanan juga dibantu Dalmas Polda Jabar," kata Kapolres Bandung, AKBP Hendro Pandowo, di Bandung, Kamis (17/3).
Meski dipastikan tidak akan dihadiri oleh The Jackmania (suporter Persija Jakarta), namun tingkat kerawanan pertandingan itu termasuk tinggi karena dipastikan dipadati penonton. "Meski kapasitas stadion cukup besar, namun kami antisipasi kemungkinan banyak penonton yang tidak masuk stadion karena kehabisan tiket," kata Hendro.
Pengamanan pertandingan Persib menjamu Persija ini dilakukan tidak hanya di sekitar Stadion Si Jalak Harupat saja. Namun, pengamanan juga dilakukan mulai dari pintu tol Kopo atau perbatasan Kota dan Kabupaten Bandung hingga sepanjang jalan menuju stadion. Pertandingan akan digelar mulai pukul 18.00 WIB, namun penggelaran pasukan akan dilakukan mulai siang hari.
Bagi Persib, pertandingan menjamu Persija pekan ini merupakan pertama kalinya tim Bandung itu bisa mengalihkan pertandingan ke Stadion Si Jalak Harupat. Sebelumnya Persib menjamu lawan-lawannya di Stadion Siliwangi Bandung. Namun dengan alasan kemungkinan terjadi pembludakan penonton, Panpel Persib Bandung akhirnya mengalihkan pertandingan ke Stadion Si Jalak Harupat.
Padahal, otoritas kepolisian di Kabupaten Bandung beberapa bulan sebelumnya tidak memberikan izin menggelar pertandingan di stadion itu. "Ini kesempatan terakhir bagi bobotoh. Bila terjadi anarkis, jangan harap Persib bisa kembali bertanding di stadion itu lagi," kata Kapolres Bandung itu menambahkan.

Rabu, 16 Februari 2011

persija pencundangi persijap

berhasil mempecundangi Persijap Jepara dengan skor 3-0 dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (29/1/2011).
Persija sebenarnya sempat kesulitan membongkar pertahanan Persijap. Kedispilinan lini belakang "Laskar Kalinyamat" membuat serangan yang dibangun Bambang Pamungkas dan kawan-kawan seringkali mentah. Meski begitu, "Macan Kemayoran" yang tampil di depan pendukungnya sendiri tidak sedikit pun mengendurkan serangan.
Usaha mereka pun akhirnya berbuah manis. Persija berhasil unggul lewat gol yang diciptakan gelandang Oliver Makor pada menit ke-25. Gol tersebut langsung disambut gegap-gempita oleh The Jakmania.
Tim tuan rumah nyaris menambah keunggulan hanya berselang dua menit. Sayangnya tembakan Makor masih melebar. Kegagalan itu bukan berarti menyurutkan semangat juang tim asuhan Rahmad Darmawan.
Peluang emas kembali didapatkan Persija pada lima menit sebelum turun minum. Berhadapan satu lawan satu dengan kiper M Yasir, Bambang langsung melepaskan tendangan keras. Sial bagi Persija, tembakan Bambang masih bisa diblok M Yasir. Kegagalan itu, mau tak mau memaksa Persija menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Selepas turun minum, pelatih Persijap Suimin Diharja berusaha memperkokoh barisan pertahanaN anak asuhnya. Mantan pelatih Persitara itu menarik penyerangnya Nor Hadi dan menggantikanya dengan Barkah C. Strategi tersebut cukup jitu meredam serangan yang dilancarkan Bambang Pamungkas dan kawan-kawan meskipun masih tampil dominasi permainan.
Benar saja, "Macan Kemayoran" baru mampu menambah keunggulan setelah memaksimalkan bola mati. Adalah M Nasuha yang sukses memaksa M Yasir memungut bola di sarang sendiri pada menit ke-72. Gol tercipta setelah mantan pemain Sriwijaya tersebut berhasil menanduk bola dengan memaksimalkan umpan sepak pojok Oktavianus dari sektor kiri pertahanan Persijap.
Tertinggal dua gol, membuat Persijap semakin tertekan. Apalagi, kiper M Yasir mengalami cedera sehingga harus dipaksa diganti oleh Danang Wihadmoko pada menit ke-75. Sebaliknya, Persija semakin percaya diri membombardir pertahanan lawan. Pada menit ke-77, sempat terjadi kemelut di kotak penalti Persijap.
Sayang, M Nasuha gagal memaksimalkannya setelah tembakannya melayang tinggi di atas mistar gawang Danang. Setelah itu, Persija masih tampil ngotot. Bahkan, tim tuan rumah nyaris kembali merobek gawang lawan. Kali ini melalui tembakan keras Oktavianus yang dilepaskan dari luar kotak penalti pada sepuluh menit sebelum laga usai. Sial, tembakannya masih membentur mistar.
Namun, gawang Persijap benar-bener bergetar jelang laga usai. Agu Casmir berhasil merobek gawang Persijap setelah memanfaatkan umpan lambung Leo Saputra. Gol Casmir akhirnya memateraikan kemenangan "Macan Kemayoran" 3-0.
Ironisnya, kemenangan Persija disambut kericuhan yang dilakukan oleh The Jak. Entah kenapa, Tha Jak yang berada di sektor 5,6, dan 7 saling lempar botol. Para pendukung lain, langsung merespon kejadian itu dengan berteriak "Kampungan..Kampungan". Pihak keamanan pun langsung bergerak cepat menangani situasi.

sedih the jack harus kehilangan lebak bulus

Stadion tersebut tidak lama lagi akan dirubuhkan dan berganti wajah menjadi depo pusat MRT (Mass Rapid Transportation). Tentu banyak kalangan yang akan merindukan stadion itu kembali, terutama mereka yang memiliki ikatan bathin dengan lapangan rumput itu. Seperti yang dialami dua Jakmania Indah dan Ilham.

Indah dan Ilham, mengaku punya banyak kenangan ketika Persija Jakarta masih menggunakan stadion tersebut sebagai homebase saat menjamu klub-klub ISL lainnya. Selain karena banyak kenangan manis saat menikmati tim pujaannya berlaga, stadion itu juga amat berkesan karena di sanalah Indah dan Ilham untuk pertama kalinya beradu pandang hingga keduanya saling jatuh cinta.

Di stadion itulah, di sela-sela berteriak kegirangan karena gawang lawan dibobol Persija atau di saat istirahat turun minum, mereka menjalin cinta. Kini Indah dan Ilham sudah menjadi pasangan suami istri.

"Sekitar tahun 2005, waktu itu Persija melawan Persema Malang. Itu pertama kali nonton di Lebak Bulus. Aku sama Ilham waktu itu masih temenan, belum pacaran. Setelah itu aku langsung ketagihan nonton Persija di Lebak Bulus," ujar Indah, The Jak Angel (sebutan wanita pendukung Persija) asal Depok, saat berbincang-bincang dengan INILAH.COM, Jumat (11/2/2011).

Ilham pun demikian, selain mengalami masa-masa menyenangkan bersama Indah, ia pun memiliki kenangan manis dengan stadion itu. "Wah banyak kenangan gue sama Indah di situlah pertama kali dia gue kenalan dengan dunia supporter," kenang Ilham.

Dia pun menceritakan, mulai dari situ Indah menjadi senang menyaksikan pertandingan hingga kini dia menasbihkan dirinya sebagai pendukung fanatik Persija. Bagi Ilham pun, stadion itu tidak ubahnya tempat sakral. "Banyak kenangan. Waktu gue pertama masuk stadion, merinding melihatnya."

Stadion Lebak Bulus bakal tinggal kenangan. Namun bukan berarti Ilham dan Indah tak akan menginjakkan kaki mereka lagi di sana. Paling tidak, mereka ke sana untuk menumpang busway. [tjs]